Selasa, Juni 2, 2026

Berita Terkini

Serangan Siber | Targetkan Infrastruktur Digital dan Tatanan Sosial Budaya Bangsa

BSSN: Serangan Siber Bisa Memecah Belah Bangsa

JAKARTA – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan bahwa ancaman serangan siber kini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial, berpotensi besar memecah belah bangsa melalui penyebaran hoaks, propaganda, dan manipulasi informasi. Di tengah era perang generasi kelima (G5), serangan siber tidak hanya menargetkan infrastruktur digital, tetapi juga dapat memengaruhi tatanan sosial dan budaya bangsa.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Operasi BSSN, Mayjen TNI Dominggus Pakel, dalam pertemuan dengan Korps Menwa Indonesia, di Kantor BSSN, Ragunan-Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/10).

“Internet kini menjadi jalur utama dalam berbagai aktivitas, termasuk komunikasi, transaksi ekonomi, dan sosial budaya, yang mencakup seluruh elemen masyarakat, pemerintahan, hingga sektor swasta. Ketergantungan terhadap internet sangat tinggi, namun keberlanjutan internet juga memerlukan dukungan daya listrik. Jika terjadi gangguan pada jaringan listrik, seperti pemadaman dari PLN, maka seluruh sistem internet akan lumpuh, mengancam tatanan ekonomi, politik, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan nasional,” ujar Pakel.

Baca Juga:  DPR dan BGN Ajak Masyarakat Beri Masukan untuk Penyempurnaan Program MBG

Dia menekankan, ancaman negara saat ini tidak hanya terfokus pada empat matra pertahanan (TNI dan Polri), tetapi juga pada dimensi kelima, yaitu ancaman siber di dunia maya.

Dengan 512 pemerintah daerah dan 98 infrastruktur kementerian serta lembaga swasta yang rentan terhadap serangan siber, diperlukan kerjasama lintas sektor untuk menghadapi ancaman ini.

Ketua Pengurus Pusat Korps Menwa Indonesia, Mayjen TNI Purn Jan Pieter Ate MBus MA, menjelaskan, Korps Menwa memiliki mahasiswa aktif dari perguruan tinggi di berbagai provinsi, serta alumni yang berkarir di berbagai sektor pekerjaan, baik swasta maupun pemerintah.

Baca Juga:  Sinergi Pertamina dan Perusahaan Jepang Akselerasi Pengurangan Emisi Melalui Injeksi C02 Teknologi CCUS

Audiensi ini menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan, mengenai potensi Korps Menwa dalam membantu pertahanan nasional, khususnya di ranah siber melalui program cyber patriot.

“BSSN, sebagai garda utama keamanan siber Indonesia, berhadapan dengan serangan siber yang bersifat teknis, seperti pada jaringan dan database, serta serangan sosial, seperti penyebaran hoaks dan propaganda budaya. Serangan sosial ini memerlukan peran serta semua elemen, termasuk kalangan akademis dan mahasiswa, untuk menanggulanginya,” kata dia.

Baca Juga:  PGN Permudah Bayar Tagihan Jargas Lewat Berbagai Kanal Digital dan Ritel

Sebagai langkah konkret dalam menyebarkan literasi terkait kesadaran siber, BSSN telah menyiapkan 250 modul pelatihan yang mencakup berbagai tingkat kemampuan, mulai dari operator hingga kelas lanjut (advance).

“Modul-modul ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai ancaman dan teknik pertahanan siber. Kami sepakat untuk bersinergi dalam membangun kesadaran keamanan siber, terutama bagi masyarakat,” tutup Mayjen TNI Dominggus Pakel.

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan