Selasa, Agustus 4, 2026

Berita Terkini

Target Pertumbuhan Ekonomi 7-8 Persen

Kemenperin Tancap Gas : Fokus Hilirisasi dan Pembangunan Manufaktur

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk menjalankan kebijakan strategis dalam rangka meningkatkan kinerja industri manufaktur nasional.

Langkah ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7-8 persen yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan, “Kami akan tancap gas. Sesuai arahan Bapak Presiden, khusus untuk sektor manufaktur, harus ada korelasi antara pertumbuhan industri dengan kesejahteraan rakyat secara langsung. Investasi harus terarah dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas.”

Baca Juga:  Irma Suryani: Program MBG Harus Transparan dan Tepat Sasaran

Agus menambahkan bahwa Kemenperin akan bekerja berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2025-2045, yang mengutamakan pengembangan sepuluh industri prioritas.

“Kami optimistis sektor industri manufaktur akan memberikan kontribusi terbesar pada perekonomian nasional. Roadmap yang ada akan dipantapkan dalam dua atau tiga tahun ke depan,” jelasnya.

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menegaskan bahwa industri manufaktur merupakan sektor vital. “Industri adalah jantung yang harus mengalirkan darah dan memberikan oksigen ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, industri perlu diperkuat dan diberikan dukungan agar tetap berkembang,” katanya.

Baca Juga:  MBG Diperkuat di Bekasi, Dorong Terwujudnya Generasi Berkualitas dan Berdaya Saing

Selain itu, Agus menyoroti komitmen Kemenperin untuk melaksanakan program hilirisasi, yang tidak hanya fokus pada beberapa komoditas, tetapi juga pada semua komoditas yang dapat menciptakan nilai tambah dan lapangan pekerjaan.

Strategi ke depan juga akan berfokus pada penguatan struktur industri dari hulu ke hilir, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah.

“Sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam dan pasar domestik yang besar, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara industri maju di dunia,” imbuhnya.

Baca Juga:  Inovasi Berkelanjutan: Bank Mandiri dan Wanita Tani Olah Sampah Organik Jadi Sumber Daya Bernilai

Kemenperin juga mengajak semua stakeholders untuk bersinergi dalam menyusun kebijakan industri dan perdagangan, memperkuat rantai pasok, membina sumber daya manusia, memfasilitasi pembiayaan, serta mengembangkan riset dan teknologi.

“Harapannya, sektor industri manufaktur nasional dapat menjadi tulang punggung ekonomi yang kuat dan mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan,” ujar dia.

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan