Selasa, Juni 2, 2026

Berita Terkini

Pemutaran Film Kebencanaan

Dukung Kesehatan Mental: Anak-Anak Pengungsi Lewotobi Dapat Hiburan Edukatif Lewat Film

Banyak dari mereka yang mengalami trauma, kehilangan rumah dan orang tua, sehingga membutuhkan dukungan untuk pulih dari kondisi tersebut.

LARANTUKA – Bencana alam sering kali meninggalkan dampak mendalam, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

Di pengungsian akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), anak-anak menghadapi tantangan besar baik secara fisik maupun psikologis.

Dengan kehilangan rumah dan lingkungan yang familiar, mereka memerlukan perhatian dan dukungan khusus untuk mengatasi trauma dan membangun kembali rasa aman di tengah ketidakpastian.

Banyak dari mereka yang mengalami trauma, kehilangan rumah dan orang tua, sehingga membutuhkan dukungan untuk pulih dari kondisi tersebut.

Untuk membantu anak-anak mengatasi trauma dan melewati fase berduka (grieving), Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Flores Timur menyediakan berbagai hiburan yang edukatif di posko pengungsian.

Salah satunya adalah pemutaran film edukatif tentang kebencanaan, yang diharapkan dapat membantu anak-anak belajar sambil bermain.

Baca Juga:  Menteri PANRB dan Kepala BNPT Dorong Penguatan Organisasi dan Tata Kerja untuk Efisiensi Layanan Publik

Pada Jumat (22/11) malam, puluhan anak-anak yang berada di Posko Lapangan Konga terlihat duduk rapi sambil menyaksikan pemutaran film kebencanaan mengenai letusan gunung api di Indonesia.

Film yang diputar menggunakan perangkat multimedia seperti laptop, proyektor dan audio set bantuan hibah dari Kemkomdigi itu adalah bagian dari upaya untuk memberi edukasi kepada anak-anak mengenai bencana alam.

Film yang ditayangkan membahas tentang bencana letusan gunung berapi yang terjadi di Indonesia, termasuk peristiwa besar seperti letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa pada 1815 dan letusan Gunung Krakatau pada 1883.

Edukasi semacam itu sangat penting, mengingat Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana alam yang tinggi, terutama gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami.

Edukasi tentang bencana alam sangat penting bagi anak-anak sebagai perkenalan awal mengenai mitigasi bencana dan tindakan yang perlu diambil saat terjadi evakuasi.

Seorang anak Cesar (5) yang berada di posko pengungsian, mengaku sangat senang dengan pemutaran film tersebut.

“Seru film-nya. Aku suka sekali,” katanya.

Baca Juga:  Pemerintah Bakal Batasi Ekspor Minyak Mentah Demi Swasembada BBM

Melalui film edukasi itu, anak-anak dapat memperluas pengetahuan mereka tentang bencana alam dan mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana di masa depan.

Ini juga membantu mereka mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi evakuasi atau bencana.

Maria Nobo (12) juga mengatakan yang sama, menurutnya ia dan teman-teman sudah mulai bosan di pengungsian karena hanya bermain dan melakukan hal yang sama setiap hari.

“Mudah-mudahan setiap malam kami bisa ada hiburan, bukan hanya film anak-anak yang bagus kalau bisa, biar tidak bosan,” harapnya.

Perangkat Multimedia

Kepala Diskominfo Kabupaten Flores Timur, Heronimus Lamawuran (Herry), mengungkapkan Kemkomdigi memberikan bantuan hibah berupa perangkat multimedia lengkap kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Pemkab Flotim), yang terdiri dari laptop, proyektor, dan audio set.

Perangkat sesuai arahan Menkomdigi Meutya Hafid, tidak hanya digunakan untuk pemutaran film edukatif, tetapi juga untuk berbagai kegiatan lainnya di lokasi pengungsian, seperti sekolah lapangan, sosialisasi, dan hiburan untuk pengungsi.

Selain itu, Kemkomdigi juga membangun enam Posko Pusat Komunikasi dan Informasi di enam Pos Lapangan yang dilengkapi dengan perangkat multimedia lengkap.

Baca Juga:  Kemenpar Aktifkan Tourism Information Center Sebagai Pusat Krisis Pasca Erupsi Gunung Lewotobi

Di setiap posko, tersedia akses internet (wifi) gratis yang menggunakan satelit Satria 1 (VSAT) yang disediakan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Komdigi, untuk memulihkan aksesibilitas jaringan telekomunikasi pascabencana.

Bantuan dari Kemkomdigi juga meliputi pasokan bahan pokok dan kebutuhan pengungsi lainnya untuk meringankan beban korban erupsi.

Dengan bantuan ini, diharapkan anak-anak dan keluarga pengungsi dapat merasa lebih tenang dan nyaman, serta dapat lebih cepat pulih dari trauma yang mereka alami akibat bencana.

Melalui upaya itu, Kemkomdigi mendukung pemulihan sosial dan psikologis bagi pengungsi, terutama anak-anak, sambil meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mitigasi bencana untuk masa depan yang lebih aman.

“Kami atas nama Pemkab Flotim sangat berterima kasih kepada Ibu Menkomdigi Meutya Hafid bersama jajaran, atas kepedulian dan bantuan yang sangat bernilai ini. Itu juga membuktikan kolaborasi adalah jalan terbaik mengatasi masalah pascabencana,” katanya. (IP)

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan