Selasa, Agustus 4, 2026

Berita Terkini

Implementasi Ekonomi Biru

Indonesia Teken Deklarasi Sydney, Promosikan Ekonomi Biru di Arafura dan Timor Seas

SYDNEY – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mewakili Pemerintah Indonesia menandatangani Deklarasi Sydney pada acara the 2nd Arafura and Timor Seas Ministerial Forum di Sydney, Australia, Kamis (5/12).

Dalam deklarasi tersebut, Indonesia mengajak negara-negara di kawasan untuk bersama-sama mengimplementasikan prinsip ekonomi biru demi keberlanjutan kelautan dan perikanan regional.

Penandatanganan Deklarasi Sydney sebagai komitmen negara-negara di kawasan dalam menjaga keanekaragaman hayati wilayah laut Arafura dan Laut Timor (ATS), serta mengatasi berbagai persoalan di tapal batas seperti populasi sampah, praktik illegal unreported unregulated fishing (IUUF), hingga pencemaran laut akibat tumpahan minyak.

“Kehadiran Indonesia dalam ATSEA Ministerial Forum sebagai bentuk komitmen kami melindungi keanekaragaman hayati, perikanan berkelanjutan, serta upaya peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Menteri Trenggono dalam forum tersebut.

Baca Juga:  Bank Indonesia Jateng Optimis Ekonomi Tetap Solid di Tengah Tantangan Global 2024

Menteri Trenggono menandatangani dokumen Sydney Declaration: Shaping a New Decade Together Towards a Sustainable Blue Economy in the Arafura and Timor Seas bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Air Australia Tanya Plibersek, dan Menteri Perikanan dan Sumber Daya Kelautan Jelta Wong mewakili Papua Nugini.

Lahirnya Sydney Declaration mendorong pembentukan mekanisme tata kelola regional (Regional Governance Mechanism/RGM) untuk implementasi Rencana Aksi Strategis (SAP) di kawasan ATS dalam kurun waktu 2024-2033.

Inilah yang akan mendorong terwujudnya kolaborasi regional yang terkoordinasi dan efektif.

Menteri Trenggono menyampaikan pula saat ini Indonesia sedang membangun sistem Ocean Big Data, seperti Artificial Intelligence and Machine Learning yang akan menjadi referensi menuju implementasi Indonesia Ocean Accounting.

Baca Juga:  Siswa SD di Makassar Tulis Pesan Terima Kasih untuk Presiden Prabowo Usai Program Makan Bergizi Gratis

Inovasi ini memiliki kemampuan sebagai neraca laut, termasuk menganalisis keseimbangan di laut, dan memberikan data pengawasan sumber daya laut secara simultan.

Menteri Trenggono juga menyinggung pentingnya pengembangan budi daya untuk melindungi populasi perikanan di laut.

KKP telah mengembangkan modeling-modeling budi daya berkelanjutan untuk meningkatkan produksi perikanan tanpa harus bergantung dari hasil tangkapan di laut.

“Kami berpandangan perikanan budi daya memiliki kaitan dengan program ATSEA. Melalui budi daya, tekanan terhadap sumber daya perikanan tangkap dapat dikurangi. Sehingga mendukung tujuan konservasi yang menjadi inti program ATSEA,” pungkasnya.

Baca Juga:  Giliran Warga Desa Mangun yang Mendapat Sosialisasi Program MBG

Pembangunan modeling budi daya berkelanjutan menjadi bagian program Ekonomi Biru yang menempatkan kepentingan ekologi sebagai panglima.

Selain modeling budi daya, KKP terus memperluas kawasan konservasi, menerapkan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota secara bertahap, mengendalikan dan mengawasi pemanfaatan pesisir dan pulau-pulau kecil, serta melakukan aksi nyata pembersihan sampah plastik di laut dengan melibatkan para nelayan.

“Indonesia hadir di sini juga dalam rangka mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk mengimplementasikan ekonomi biru. Menjadikan kesehatan laut sebagai panglima dalam pengelolaan sumber daya di Laut Arafura dan Laut Timor,” kata dia.

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan