Selasa, Juni 2, 2026

Berita Terkini

Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (SNPMB) 2025

Penerimaan Mahasiswa Baru 2025: Sekolah Gunakan E-Rapor Dapat Kuota Tambahan di SNBP

JAKARTA – Sekolah yang menerapkan sistem E-Rapor akan mendapatkan tambahan kuota dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025, menurut Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (SNPMB) 2025, Eduart Wolok.

Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan memperluas akses bagi siswa berprestasi dalam memasuki perguruan tinggi negeri.

“Terdapat juga kebijakan baru berupa penambahan kuota siswa eligible bagi sekolah yang menggunakan sistem e-rapor pada saat pengisian Pangkalan Data Sekolah Siswa (PDSS),” ujar Eduart, dalam siaran Konferensi Pers SNPMB 2025, di Jakarta, Jumat (13/12).

Dia menjelaskan, sekolah yang menggunakan E-Rapor akan mendapat tambahan kuota siswa eligible sebanyak 5 persen.

Tim panitia akan memberikan tambahan kuota siswa eligible sebesar 5 persen untuk masing-masing sekolah sesuai dengan akreditasinya jika memakai e-rapor dalam proses pengisian PDSS tersebut.

Baca Juga:  Kajati Hendro dan Keluarga Besar Kejati Jateng Rayakan Idul Adha 1446 H dengan Berkurban

“Jika semua sekolah sudah melakukan e-rapor, maka proses ini bisa lebih cepat untuk mengambil dan menarikkan data karena hanya menunggu yang semester 5 saja,” jelasnya.

Sebagai informasi, setiap PTN menetapkan kuota minimum 20 persen untuk jalur SNBP. Proses seleksinya akan dimulai dengan pengisian data nilai rapor siswa oleh pihak sekolah melalui PDSS.

Eduart menuturkan, dengan penambahan kuota 5 persen, maka sekolah dengan akreditasi A, yang awalnya hanya mempunyai kuota 40 persen, bisa naik kuota siswa eligible menjadi 45 persen.

Kemudian, akreditasi B dari sebelumnya 25 persen, menjadi 30 persen dan akreditasi C menjadi 10 persen.

Baca Juga:  Pertamina Luncurkan SMEXPO 2024 : Mendorong Pertumbuhan UMKM di Indonesia

“Ini bisa menambah kesempatan kepada siswa-siswa kelas akhir untuk mengikuti SNBP,” kata dia.

Perubahan lain dalam pelaksanaan SNPMB 2025 yaitu jalur Ujian Tes Berbasis Komputer- Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT).

Pelaksanaannya akan satu gelombang selama 10 hari, dengan dua sesi per harinya.

“Tahun sebelumnya, ada dua gelombang pelaksanaan UTBK-SNBT,” katanya.

Dia mengungkapkan, pelaksanaan UTBK-SNBT 2025 dijadwalkan mulai pada 23 April sampai 3 Mei.

Menurutnya, adanya pengubahan itu dilakukan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya.

Saat itu, lanjut Eduart, hanya wilayah di sekitar Jakarta saja yang benar-benar terisi oleh peserta. Sementara di daerah lainnya, satu gelombang saja sudah cukup.

Baca Juga:  PT KAI Daop 1 Jakarta Gunakan Ekonomi New Generation Modifikasi Balaiyasa untuk KA Brantas dan KA Dharmawangsa

“Karena ini juga disertai dengan peningkatan kapasitas infrastruktur untuk melaksanakan UTBK di daerah yang semakin meningkat sehingga dengan satu hari, dua sesi, lalu kapasitas peserta yang lebih besar, itu dimungkinkan untuk diselesaikan 10 hari,” terangnya.

Eduart mengatakan, inovasi juga dilakukan dalam hal pemilihan prodi oleh peserta.

Mereka mendapatkan keleluasaan memilih hingga maksimal empat prodi, sesuai dengan potensi dan minatnya pada SNBT.

“Adapun untuk kalangan keluarga tidak mampu dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan dengan skema Kartu Indonesia Pintar kuliah. Skema tersebut hanya berlaku untuk pilihan prodi di PTN Kemdiktisaintek. Untuk informasi detail KIP Kuliah bisa dilihat pada laman https://kip-kuliah.kemdikbud.go.id,” ucapnya.

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan