Selasa, Juni 2, 2026

Berita Terkini

Pembangunan Domestik Solid

Diplomasi Ekonomi RI fokus Asta Cita untuk Meningkatkan Perekonomian

Stabilitas ekonomi yang terjaga ini menjadi landasan bagi pembangunan domestik yang solid, sekaligus modal penting bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam perdamaian dan kesejahteraan dunia.

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia akan difokuskan pada pencapaian Asta Cita, yang meliputi percepatan transisi energi hijau, pengembangan ekonomi biru, penguatan ekonomi digital dan kreatif, serta mendukung hilirisasi komoditas. Pernyataan ini disampaikan dalam Pernyataan Pers Menteri Luar Negeri (PPTM) 2025 yang digelar di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (9/1).

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat.

Menurut proyeksi dari OECD dan Bank Dunia, ekonomi Indonesia diperkirakan akan tetap tumbuh di atas 5%, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia.

Baca Juga:  Presiden Prabowo dan PM Australia Bahas Peningkatan Kerja Sama Bidang Pertanian, Pendidikan dan Kesehatan

Menlu Sugiono menilai stabilitas ekonomi yang terjaga ini menjadi landasan bagi pembangunan domestik yang solid, sekaligus modal penting bagi Indonesia untuk berkontribusi dalam perdamaian dan kesejahteraan dunia.

“Fokus diplomasi ekonomi Indonesia adalah mewujudkan Asta Cita, yang bukan hanya sekadar ambisi, tetapi juga komitmen nyata kita untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif menuju negara maju,” ujar Menlu Sugiono.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo diarahkan untuk mendorong transformasi ekonomi yang lebih adil, mandiri, dan berkeadilan.

Baca Juga:  Giliran Warga Desa Mangun yang Mendapat Sosialisasi Program MBG

Menurutnya, hal ini akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mendorong inovasi, serta memperluas inklusi ekonomi, terutama bagi sektor-sektor yang diutamakan, termasuk UMKM.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Indonesia juga berfokus pada memperkuat kemitraan dengan pasar non-tradisional dan mempercepat perjanjian perdagangan internasional.

Menlu Sugiono menambahkan, Indonesia akan mengupayakan penyelesaian perjanjian perdagangan guna mengurangi ketegangan perdagangan, serta memberikan kepastian dan perlindungan bagi pelaku usaha Indonesia, termasuk sektor UMKM.

“Indonesia berkomitmen untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan internasional yang tengah berjalan. Kami juga akan memperjuangkan sistem perdagangan yang lebih adil, yang menguntungkan negara berkembang dan Global South,” ungkap Menlu.

Baca Juga:  Dipimpin Kajari Anton, Asta Cita Prabowo Tertanam dalam Peringatan Hakordia di Kulon Progo

Dalam PPTM ini, Menlu Sugiono juga mengungkapkan bahwa Indonesia akan tetap aktif dalam mendukung kebijakan kedaulatan pangan dan ketahanan energi.

Indonesia akan terus berperan dalam mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan yang berkelanjutan di tingkat global.

Menlu Sugiono menutup pernyataannya dengan menyoroti ketidakadilan ekonomi dan kebijakan perdagangan yang merugikan negara berkembang, dan menegaskan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia akan terus memperjuangkan sistem perekonomian dunia yang lebih adil bagi negara-negara berkembang.

PPTM ini merupakan pernyataan tahunan pertama Menlu Sugiono sejak dilantik pada Oktober 2024, di hadapan para awak media dan duta besar negara sahabat.

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan