Selasa, Juni 2, 2026

Berita Terkini

Dukung Penguatan Pengelolaan dan Peningkatan Kapasitas ASN

Dorong Indonesia Masuk OECD, Jepang Kucurkan Rp723 Miliar untuk Reformasi ASN

JAKARTA – Pemerintah Indonesia resmi menerima pinjaman senilai 7 miliar yen atau sekitar Rp723 miliar dari Jepang untuk mendukung penguatan pengelolaan dan peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Langkah strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak reformasi birokrasi dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih berkualitas.

Penandatanganan perjanjian pinjaman tersebut dilakukan pada Jumat (10/1) oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesi, Yasushi Masaki, dan Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Abdul Kadir Jailani.

Baca Juga:  Warga Desa Tridaya Sakti Terima Sosialisasi MBG, Mudahkan Akses Gizi dan Cegah Stunting

Kesepakatan ini berlangsung menjelang pertemuan penting antara Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, dan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada Sabtu (11/1).

Dari total pinjaman tersebut, sebesar 7,048 miliar yen akan difokuskan pada program pelatihan dan pengembangan kapasitas ASN di tingkat pusat maupun daerah.

Selama tujuh tahun ke depan, program ini menargetkan pelibatan sekitar 7.240 pejabat guna memperkuat kompetensi dan kinerja birokrasi Indonesia.

Baca Juga:  Djarum Foundation dan UNDIP Persembahkan Gelanggang Olahraga Berkelas Dunia

“Pemerintahan Presiden Prabowo menempatkan pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan sebagai prioritas utama. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan pengelolaan dan kapasitas ASN,” demikian pernyataan resmi di laman Kedutaan Besar Jepang.

Lebih dari sekadar pengembangan birokrasi, program ini juga mendukung ambisi Indonesia untuk menjadi anggota penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Selain itu, kerja sama ini membuka peluang bagi pertukaran sumber daya manusia yang berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang.

Baca Juga:  Agustina Gandeng Paralegal Muslimat NU, Tekan Angka Kekerasan Anak di Kota Semarang

Dengan dukungan ini, pemerintah berharap penguatan kapasitas lembaga di tingkat pusat dan daerah dapat mempercepat pencapaian target pembangunan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan