Selasa, Juni 2, 2026

Berita Terkini

KIW Bangun Ekosistem Industri Terintegrasi, Tak Sekadar Sediakan Lahan

SEMARANG – PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) mempertegas transformasinya dari sekadar pengelola lahan industri menjadi pengembang ekosistem industri terintegrasi yang memberi nilai tambah bagi tenant dan karyawan.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama KIW, Ahmad Fauzie Nur, dalam agenda “Let’s Talk with KIW – Media Hangout” yang digelar di Gerhana Resto & Cafe, Kamis (12/2).

Fauzie menegaskan, KIW kini memposisikan diri bukan hanya sebagai penyedia lahan atau bangunan industri, melainkan sebagai pengembang kawasan yang menghadirkan fasilitas penunjang untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus produktivitas pelaku usaha.

Baca Juga:  LAKUEMAS Ajak Masyarakat Bijak dalam Memilih Investasi Emas: Tips Verifikasi

“Kami ingin menghadirkan fasilitas penunjang yang mampu memberikan nilai lebih bagi tenant maupun karyawan di kawasan,” ujarnya.

Fasilitas Penunjang dan Penguatan Relasi Internal

Menurut Fauzie, fasilitas yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan operasional industri, tetapi juga mendukung aktivitas internal perusahaan, termasuk kegiatan yang mempererat hubungan antarpegawai.

Ia menilai, tersedianya ruang dan sarana untuk berbagai aktivitas perusahaan di dalam kawasan akan mendorong terciptanya lingkungan kerja yang kolaboratif dan solid.

“Harapannya, kegiatan-kegiatan di dalam kawasan bisa membangun kebersamaan dan memperkuat kolaborasi antar karyawan maupun antarperusahaan,” tambahnya.

Baca Juga:  Selama 2024, Inilah Kasus Korupsi yang Ditangani Jampidsus Kejaksaan Agung

Ratusan Tenant dan Investor Asia

Saat ini, KIW telah dihuni ratusan perusahaan dari beragam sektor industri. Seiring masuknya investor baru, termasuk dari kawasan Asia, perseroan terus melanjutkan pengembangan ekosistem yang telah dirancang sejak awal.

Fauzie menjelaskan, konsep ekosistem industri terintegrasi menjadi pembeda KIW dibanding kawasan industri konvensional. Tenant tidak hanya memperoleh lahan dan bangunan, tetapi juga dukungan jaringan bisnis, kemudahan akses logistik, hingga peluang kolaborasi antarpelaku usaha di dalam kawasan.

“Kami ingin menawarkan lebih dari sekadar lahan. Tenant di KIW menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung proses produksi, jaringan suplai, hingga akses pasar,” tegasnya.

Baca Juga:  KAI Daop 1 Jakarta Sambut HUT ke-80 dengan Rail Clinic untuk Warga Serang

Dorong Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi

Dengan strategi tersebut, KIW optimistis mampu meningkatkan daya saing kawasan industri di tingkat regional maupun nasional.

Penguatan ekosistem dinilai menjadi kunci untuk menarik investasi sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, khususnya di Jawa Tengah.

Pengembangan kawasan yang terintegrasi juga diharapkan dapat memperkuat posisi kawasan industri sebagai motor penggerak ekonomi daerah, tidak hanya melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga melalui kolaborasi bisnis yang berkelanjutan.***

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan