Selasa, Juni 2, 2026

Berita Terkini

Meet the 10 World Leaders to Watch in 2025

Presiden Prabowo Subianto Masuk Daftar 10 Pemimpin Dunia Paling Berpengaruh di 2025

The Straits Times menyoroti gaya kepemimpinan Prabowo yang dinilai cepat dalam mengambil peran internasional. Sejak dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024, Prabowo telah melakukan sejumlah kunjungan diplomatik ke negara-negara besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto, tercatat dalam daftar 10 pemimpin dunia yang diprediksi akan berpengaruh pada tahun 2025, menurut laporan media asing The Straits Times.

Dalam artikel berjudul “Meet the 10 World Leaders to Watch in 2025” yang dirilis, Sabtu (4/1), Prabowo masuk dalam jajaran pemimpin dunia yang memiliki peran besar dalam perkembangan global, bersama tokoh-tokoh lain seperti Donald Trump, Xi Jinping, dan Vladimir Putin.

The Straits Times menyoroti gaya kepemimpinan Prabowo yang dinilai cepat dalam mengambil peran internasional. Sejak dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024, Prabowo telah melakukan sejumlah kunjungan diplomatik ke negara-negara besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:  Lewat Video Call, Presiden Prabowo Sapa Prajurit TNI di Papua Saat Malam Tahun Baru

Pada November 2024, ia juga menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang diadakan di Peru, hanya sebulan setelah pelantikannya.

Artikel tersebut menilai bahwa lawatan luar negeri yang dilakukan Prabowo lebih berfokus pada kepentingan ekonomi ketimbang geopolitik atau agenda pribadi.

“Visi kepresidenannya berfokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, naik dari angka saat ini yang berada di kisaran 5 persen,” tulis The Straits Times.

Keberhasilan visi ini, menurut media asal Singapura tersebut, sangat bergantung pada upaya menarik investor, khususnya dalam sektor infrastruktur yang dapat meningkatkan konektivitas dan produktivitas di Indonesia.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Bertemu Presiden Boluarte di Istana Pemerintahan Peru

Di tingkat internasional, Prabowo juga berusaha agar Indonesia lebih tegas dalam kelompok multilateral.

Salah satu langkah strategisnya adalah mengusulkan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan), sebuah kelompok negara berkembang yang semakin berpengaruh dalam ekonomi global.

Dalam artikel tersebut, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga memberikan pandangannya tentang Prabowo.

Anwar memandang Prabowo sebagai sekutu yang dapat memberikan dukungan kuat bagi pencapaian Malaysia di kawasan ASEAN.

Dukungan ini dinilai penting untuk memfasilitasi investasi lintas negara, konektivitas rantai pasokan, serta pembangunan berkelanjutan, yang sejalan dengan agenda pemerintah Malaysia yang fokus pada ‘pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan’.

Namun, pendekatan kebijakan luar negeri Prabowo yang lebih mendekatkan Indonesia dengan Rusia dan Tiongkok tidak luput dari perhatian.

Baca Juga:  Indonesia Tingkatkan Hilirisasi Nikel, Siap Kirim Prekursor ke Tesla

Langkah ini memicu perdebatan tentang apakah kebijakan tersebut sejalan dengan kepentingan strategis nasional Indonesia dalam konteks global.

Para pengamat internasional kini memantau dengan cermat bagaimana Prabowo akan menyeimbangkan hubungan Indonesia di kancah internasional serta mengelola kritik domestik terhadap keputusan-keputusan kebijakan luar negeri yang diambilnya.

Secara keseluruhan, The Straits Times menilai bahwa tindakan Prabowo di kancah global mencerminkan kenyataan bahwa para pemimpin dunia memerlukan dukungan kuat dari dalam negeri untuk dapat mengarahkan negara mereka menghadapi berbagai tantangan global.

Seiring dengan tantangan yang semakin kompleks, kepemimpinan Prabowo diperkirakan akan terus memainkan peran penting dalam membentuk masa depan Indonesia dan posisinya di kancah internasional.

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan