Selasa, Juni 2, 2026

Berita Terkini

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Kampanyekan Stop Cyber Bullying untuk Jaga Kesehatan Mental Remaja

SEMARANG — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk Stop Cyber Bullying, Jaga Kesehatan Mental Remaja di Balai Kelurahan Jomblang, Selasa (16/12) lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas serta dilaksanakan bersama Karang Taruna RW 07 Kelurahan Jomblang. Sosialisasi dimulai pukul 18.30 WIB dan dihadiri dosen pengampu mata kuliah, Dr. Yuliyanto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya cyber bullying dan pentingnya menjaga kesehatan mental di era digital. Remaja dinilai sebagai kelompok rentan yang menghadapi tekanan sosial, tuntutan eksistensi di media sosial, serta keterbatasan literasi digital yang berdampak pada kondisi psikologis.

Baca Juga:  STIMIK Himsya Semarang Akan Gelar Wisuda ke XIII

Kegiatan menghadirkan dua materi dengan fokus utama pada kesehatan mental remaja. Materi disampaikan oleh pemateri eksternal, Ceria Arbyan Zahra, S.Psi., Founder LSM Anantaka Cultural Trusts. Ia membahas faktor penyebab gangguan kesehatan mental serta dampak cyber bullying terhadap kesejahteraan emosional dan sosial remaja.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang, Dr. Yuliyanto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si., menyerahkan cendera mata kepada perwakilan Karang Taruna RW 07 sebagai mitra kegiatan.

Ceria menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berarti terbebas dari gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan individu dalam mengelola stres, emosi, dan membangun relasi sosial yang sehat.

Baca Juga:  Tim Antawirya UNDIP Juara di Kompetisi Nasional Mobil Hemat Energi

“Kesehatan mental remaja sangat dipengaruhi lingkungan digital. Cyber bullying dapat memicu stres, kecemasan, menurunnya rasa percaya diri, hingga depresi. Karena itu, dukungan keluarga, teman sebaya, dan lingkungan yang aman sangat dibutuhkan,” ujar Ceria.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta dari Karang Taruna RW 07 aktif menyampaikan pertanyaan terkait pengelolaan stres di era digital, kebiasaan digital yang sehat, serta aspek kesehatan mental yang perlu dimiliki remaja.

Baca Juga:  Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Warga Wonolopo Gelar Aksi Tanam Pohon sebagai Penerapan Komunikasi Persuasif

Melalui diskusi tersebut, peserta didorong memahami pentingnya literasi digital, kemampuan mengelola emosi, serta membangun sistem dukungan sosial sebagai upaya pencegahan cyber bullying dan gangguan kesehatan mental.

Kampanye ini menjadi bentuk peran mahasiswa Ilmu Komunikasi USM dalam mengedukasi masyarakat, khususnya remaja, mengenai isu kesehatan mental sebagai bagian dari kajian komunikasi gender dan minoritas. Kegiatan ini diharapkan mendorong terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan beretika.***

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan