JAKARTA – Penyakit ginjal kronis (PGK) dapat berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat baru mengetahui adanya gangguan fungsi ginjal ketika penyakit sudah memasuki tahap lebih lanjut.
Consultant Nephrologist and Kidney Transplant Physician at Sunway Medical Centre, Sunway City Kuala Lumpur, Dr. Rosnawati Binti Yahya, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu munculnya gejala untuk mulai memeriksakan kondisi ginjal.
Menurutnya, pencegahan dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk menjaga fungsi ginjal sekaligus mengantisipasi risiko kesehatan dan beban biaya pengobatan di kemudian hari.
“Pencegahan dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan sekaligus mengantisipasi potensi beban biaya di masa depan,” kata Rosnawati.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ginjal kronis. Di antaranya diabetes, tekanan darah tinggi atau hipertensi, kelebihan berat badan, serta adanya riwayat penyakit ginjal dalam keluarga.
Selain kondisi medis, gaya hidup juga turut berpengaruh terhadap kesehatan ginjal. Karena itu, pengendalian faktor risiko perlu dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Pendekatan terhadap kesehatan ginjal tidak hanya berfokus pada pengobatan ketika penyakit telah berkembang, tetapi juga pada pencegahan, pemeriksaan rutin, dan pengelolaan faktor risiko sejak dini,” jelasnya.
Menurut Rosnawati, penyakit ginjal yang telah berkembang ke tahap lanjut dapat membuat pasien membutuhkan perawatan jangka panjang, termasuk dialisis. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap kualitas hidup pasien, tetapi juga dapat menambah beban finansial bagi pasien dan keluarga.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan edukasi kesehatan di Jakarta yang mempertemukan Sunway Medical Centre Sunway City Kuala Lumpur dengan mitra asuransi dan komunitas.
Kegiatan tersebut membahas pentingnya mengenali faktor risiko penyakit ginjal, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta menerapkan langkah-langkah untuk menjaga kesehatan ginjal sejak dini.
Rosnawati menilai kebutuhan terhadap layanan kesehatan jangka panjang semakin menegaskan pentingnya upaya pencegahan. Masyarakat diharapkan mulai memperhatikan kesehatan ginjal sebelum gangguan fungsi ginjal berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Selain edukasi, kegiatan tersebut juga memperkenalkan layanan kesehatan terintegrasi yang tersedia di Sunway Medical Centre bagi pasien asal Indonesia.
Rumah sakit tersebut didukung tenaga spesialis dan subspesialis, teknologi medis serta pendekatan multidisiplin dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Bagi pasien Indonesia, Sunway Medical Centre juga menyediakan Indonesian Patient Centre untuk membantu kebutuhan pasien selama menjalani perawatan. Fasilitas layanan asuransi secara cashless juga tersedia bagi perusahaan asuransi yang telah bekerja sama.
Rosnawati kembali menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan ginjal melalui pencegahan, pengendalian faktor risiko dan pemeriksaan secara berkala.
Dengan deteksi lebih awal, gangguan fungsi ginjal diharapkan dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi pasien sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat. ***


