Selasa, Agustus 4, 2026

Berita Terkini

Universitas Pertahanan RI Kembangan Teknologi Satelit Nano

Menhan Prabowo Inisiasi Program RIDU-Sat untuk Tingkatkan Kemampuan Teknologi Muda Indonesia

JAKARTA – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terus berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan generasi muda dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama di sektor Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Salah satu inisiatif terbaru adalah pengembangan teknologi satelit nano melalui program Republic of Indonesia Defense University Satellite (RIDU-Sat) yang diinisiasi oleh Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).

Program RIDU-Sat bertujuan untuk mendukung minat mahasiswa dan sivitas akademika, yang merupakan pilar penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul untuk menghadapi tantangan teknologi di masa depan.

Baca Juga:  Jakarta Economic Forum 2024, Wujudkan Jakarta Kota Global Berdaya Saing

Dengan demikian, program ini diharapkan dapat mempercepat penguasaan teknologi satelit yang sangat vital bagi kemajuan Indonesia.

Sebagai langkah awal, Unhan RI menjalin kerja sama dengan Berlin Nanosatelliten Allianz (BNA), lembaga berbasis di Jerman yang memiliki lisensi pengembangan CubeSat dari Technische Universität Berlin.

BNA membawa pengalaman lebih dari 30 tahun dalam membangun dan meluncurkan lebih dari 25 satelit untuk keperluan edukasi dan misi teknologi tingkat lanjut, khususnya satelit kecil yang kini menjadi tren global.

Rektor Unhan RI, Jonni Mahroza, menjelaskan kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat penguasaan teknologi satelit nano, mengingat metode konvensional dalam pembangunan satelit seringkali memakan waktu lama.

Baca Juga:  Tantangan Besar di Depan: Defisit Anggaran Rp 616 Triliun Menanti Pemerintahan Prabowo

Untuk itu, tim RIDU-Sat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa akan dikirim ke BNA di Berlin untuk mempelajari berbagai aspek penting dalam teknologi satelit, seperti desain misi, desain payload, serta persyaratan dan kendala yang ada.

Program tahap pertama RIDU-Sat akan membantu sivitas akademika Unhan RI dalam memahami dan mengoperasikan satelit nano.

Bersama BNA, Unhan RI tengah membangun satelit nano berukuran 1U dengan misi Automatic Packet Reporting System (APRS), sebuah mode komunikasi digital amatir berbasis satelit.

Selain itu, tim juga mengembangkan Stasiun Bumi Satelit Amatir (SBSA) yang berlokasi di Kampus Unhan RI di Sentul, Jawa Barat, untuk mengoptimalkan fungsi satelit yang dikembangkan.

Baca Juga:  Satpol PP Bisa Bantu Amankan Kawasan Industri dari Aktivitas Premanisme

Selain kolaborasi dengan BNA, Unhan RI juga bekerja sama dengan Pusat Riset Teknologi Satelit – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menunjukkan sinergi antara berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem teknologi satelit di Indonesia.

Program RIDU-Sat diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para peneliti dan praktisi satelit di Tanah Air, serta mendukung cita-cita nasional untuk memajukan teknologi eksplorasi luar angkasa dan penelitian global, sejalan dengan kepemimpinan Menhan Prabowo Subianto.

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan