SEMARANG – Candle Mosquito, yang dikenal sebagai Canquito, secara resmi meluncurkan kampanye pengumpulan minyak jelantah untuk diolah menjadi lilin aromaterapi. Kampanye ini bertujuan untuk mengajak masyarakat menyimpan 5 liter minyak bekas rumah tangga yang dapat ditukar dengan 1 liter minyak goreng baru.
Inisiatif inovatif ini digagas oleh Tim Canquito, sekelompok mahasiswa dari Universitas Diponegoro yang berhasil mendapatkan pendanaan dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Selain itu, Canquito juga akan berpartisipasi dalam Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia Expo (KMI Expo) yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 23-25 Oktober 2024.
Untuk mendukung kampanye ini, Tim Canquito bekerja sama dengan ibu-ibu PKK di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengolahan limbah minyak bekas yang masih dapat dimanfaatkan.
“Kampanye ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah minyak jelantah yang berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan rumah tangga,” ungkap salah satu anggota Tim Canquito, kemarin.
Selain penukaran minyak jelantah, Canquito juga akan mengadakan workshop pembuatan lilin aromaterapi untuk memberdayakan ibu-ibu PKK setempat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi mereka dalam mengolah minyak jelantah rumah tangga.
Dengan peluncuran kampanye ini, Canquito berkomitmen untuk menciptakan produk bernilai tambah yang ramah lingkungan, sekaligus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana kreativitas dan inovasi dapat menghadirkan solusi berkelanjutan untuk masalah lingkungan dan sosial.


