Selasa, Agustus 4, 2026

Berita Terkini

Selebaran Anti Selatan

Balon Korea Utara Mendarat di Seoul, Bawa Selebaran Propaganda Mengejek Presiden

SEOUL – Pihak berwenang Korea Selatan melaporkan sebuah balon yang diduga berasal dari Korea Utara mendarat di kompleks kepresidenan Seoul, Kamis (24/10).

Balon tersebut dilaporkan membawa selebaran propaganda yang mengejek Presiden Yoon Suk Yeol dan istrinya, Kim Keon Hee.

Kelompok aktivis di Korea Selatan telah lama mengirimkan bahan-bahan propaganda ke utara, umumnya menggunakan balon yang berisi selebaran, uang dollar AS, dan terkadang perangkat USB berisi konten K-pop atau K-drama, yang dilarang keras di Korea Utara.

Sejak bulan Mei, Korea Utara telah membalas dengan mengirimkan balon berisi sampah sebagai bentuk protes terhadap tindakan para aktivis.

Baca Juga:  Departemen Transportasi AS Denda American Airlines 50 Juta Dolar atas Pelanggaran Disabilitas

Dinas Keamanan Presiden mengonfirmasi bahwa sebuah balon dari Korea Utara “meledak di udara,” dengan puing-puingnya tersebar di area kantor Yongsan pada pagi hari.

Pihak berwenang menyatakan bahwa pemeriksaan keselamatan menunjukkan “tidak ada risiko berbahaya atau kontaminasi” akibat insiden tersebut.

Ini merupakan kedua kalinya kompleks kepresidenan di pusat kota Seoul, yang dijaga ketat oleh militer dan berada di zona larangan terbang, terkena dampak balon dari Korea Utara. Insiden pertama terjadi pada bulan Juli.

Baca Juga:  Komisi I DPR RI Harap Kemenangan Donald Trump Dorong Kerjasama Indonesia-AS

Media Korea Selatan, Chosun Daily, melaporkan bahwa balon tersebut membawa selebaran anti-Selatan yang menampilkan foto Presiden Yoon dan istrinya, dengan frasa-frasa provokatif seperti: “Beruntunglah Presiden Yoon dan istrinya tidak memiliki anak” serta “Korea Selatan adalah Kerajaan Keon Hee.”

Ibu negara Kim Keon Hee juga menghadapi tuduhan terkait skandal manipulasi saham dan dugaan campur tangan dalam pemilihan kandidat Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa menjelang pemilu April mendatang.

Sementara itu, militer Korea Selatan menolak mengonfirmasi laporan tersebut ketika ditanya oleh AFP.

Baca Juga:  Presiden Prabowo dan Xi Jinping Saksikan Penandatanganan Kerja Sama Strategis Indonesia-Tiongkok

Insiden ini terjadi beberapa hari setelah Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menuduh aktivis Korea Selatan mengirimkan materi anti-Pyongyang ke utara.

Kim juga menekankan bahwa Seoul harus merasakan langsung dampak dari tindakan yang dianggap berbahaya tersebut.

Sementara itu, Washington mengungkapkan bahwa setidaknya 3.000 tentara Korea Utara telah dikirim ke Rusia untuk latihan, dan memperingatkan bahwa mereka akan menjadi target yang sah bagi Kyiv jika terlibat dalam konflik di Ukraina.

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan