TIONGKOK– Para astronot misi Shenzhou-19 China akan melaksanakan 86 eksperimen penelitian dan teknologi sains antariksa, seperti yang diumumkan oleh Badan Antariksa Berawak China (CMSA).
Dalam konferensi pers mengenai misi tersebut, Juru Bicara CMSA Lin Xiqiang mengungkapkan bahwa penelitian ini mencakup berbagai bidang, termasuk ilmu kehidupan luar angkasa, fisika dasar dalam kondisi mikrogravitasi, serta pengembangan material dan teknologi baru.
Lin menjelaskan, para kru Shenzhou-19 akan melakukan analisis struktural pertumbuhan kristal protein dan dinamika materi lunak dalam kondisi gravitasi mikro.
“Kami berharap penelitian ini dapat memperdalam pemahaman tentang teori-teori dasar serta pengembangan material baru,” ujarnya.
Misi ini bertujuan untuk mengkaji efek fisiologis radiasi luar angkasa dan keadaan tanpa bobot, serta memahami mekanisme molekuler yang terlibat.
Sebuah laporan mengenai hasil penelitian dan pengembangan aplikasi di stasiun luar angkasa Tiangong dijadwalkan dirilis pada peringatan dua tahun penyelesaiannya.
Pesawat antariksa berawak Shenzhou-19 diluncurkan pada Rabu dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di barat laut China, membawa tiga astronot yakni, Cai Xuzhe, Song Lingdong, dan Wang Haoze, menuju stasiun luar angkasa Tiangong.
Misi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi penelitian antariksa dan inovasi teknologi di masa depan.


