Latihan ini juga merupakan langkah strategis Indonesia di tengah dinamika geopolitik global, di mana Jakarta berusaha mempertahankan kebijakan luar negeri yang netral sambil meningkatkan kerjasama dengan negara-negara besar.
SURABAYA – Indonesia dan Rusia resmi memulai latihan Angkatan Laut gabungan pertama mereka, seiring dengan upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Moskwa. Latihan ini berlangsung di Surabaya dan Laut Jawa, diikuti oleh delegasi Angkatan Laut kedua negara, Senin (4/11).
Menurut laporan dari The Moscow Times, latihan yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari ini terdiri dari dua tahap, menandakan langkah baru dalam kebijakan luar negeri Indonesia yang lebih aktif di panggung internasional.
Dalam pernyataannya, TNI Angkatan Laut menyebutkan bahwa Rusia telah mengirimkan tiga kapal perang kelas korvet, sebuah kapal tanker, serta dukungan helikopter dan kapal tunda.
Kehadiran armada Rusia disambut dengan meriah oleh marching band Indonesia saat kapal-kapal tersebut berlabuh di Pelabuhan Perak, Surabaya, pada hari Minggu.
Hal ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerjasama militer dan meningkatkan saling pengertian antar prajurit.
Presiden Prabowo, yang baru-baru ini mengunjungi Kremlin, menegaskan bahwa Indonesia ingin memperdalam hubungan dengan Rusia.
“Kami menganggap Rusia sebagai sahabat baik dan saya ingin terus menjaga dan meningkatkan hubungan ini,” ungkapnya saat bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.
Latihan ini juga merupakan langkah strategis Indonesia di tengah dinamika geopolitik global, di mana Jakarta berusaha mempertahankan kebijakan luar negeri yang netral sambil meningkatkan kerjasama dengan negara-negara besar.
Analis mencatat bahwa latihan ini mungkin menandakan perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri Indonesia.
Walaupun hubungan perdagangan antara Indonesia dan Rusia telah terjalin selama bertahun-tahun, termasuk kesepakatan senjata yang besar, aktivitas impor senjata telah terhambat sejak krisis Crimea dan konflik di Ukraina.
Namun, di bawah kepemimpinan Prabowo, kesepakatan senjata yang sudah ada tetap dilanjutkan meski ada ancaman sanksi dari AS.
Latihan Latma Orruda 24 ini merupakan hasil dari pertemuan antara Angkatan Laut Indonesia dan Rusia dalam Navy-to-Navy Talk yang berlangsung pada 2018.
Dengan adanya latihan ini, kedua negara berharap dapat saling berbagi pengalaman dan keterampilan, serta memperkuat persahabatan antar prajurit mereka.
Latihan ini menjadi tonggak penting dalam hubungan militer Indonesia dan Rusia, dengan harapan untuk membuka peluang kerjasama lebih lanjut di masa depan.


