Selasa, Agustus 4, 2026

Berita Terkini

Tetap Berkontribusi Bangsa dan Negara

Gus Miftah Mundur dari Utusan Khusus Presiden

SLEMAN – Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau yang lebih dikenal dengan Gus Miftah, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Gus Miftah dalam konferensi pers di Ponpes Ora Aji, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, pada Jumat (6/12).

Dalam pernyataannya, Gus Miftah menyatakan bahwa keputusan untuk mundur ini bukanlah hasil dari tekanan atau permintaan pihak lain.

“Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden, bukan karena ada tekanan dari siapa pun, tapi semata-mata karena rasa cinta, hormat, dan tanggung jawab saya kepada Presiden Prabowo Subianto serta seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Gus Miftah dengan penuh ketulusan.

Baca Juga:  Program MBG Hadirkan Akses Gizi Merata, Cegah Gizi Buruk dan Stunting di Bekasi

Keputusan pengunduran dirinya, bukanlah akhir dan langkah buntu untuk tetap berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia.

‘’Keputusan ini bukanlah akhir atau langkah buntu, melainkan langkah awal untuk terus berkontribusi untuk bangsa dan negara dengan cara yang lebih luas dan beragam,’’ paparnya.

Gus Miftah mengatakan jabatan hanya sebuah sarana untuk berbuat kebaikan bagi masyarakat.

‘’Seorang berjiwa kesatria pernah berkata kalau jabatan itu hanya titipan sementara, karena itu adalah satu sarana untuk berbuat kebaikan,’’ ucapnya.

Pengabdian dirinya kepada negara tidak terbatas pada jabatan dan kedudukan.

Dia bertekad untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai seorang pendakwah. 

Baca Juga:  Seminar Nasional di Unnes, Sido Muncul Ajak Dokter Yakin pada Khasiat Herbal

‘’Sebagai seorang pendakwah dan pelayan umat, saya merasa pengabdian kepada bangsa dan negara Indonesia tidak terbatas pada satu jabatan dan kedudukan semata, tapi mencakup seluruh ruang di mata saya bisa memberikan manfaat,’’ ucapnya.

Keputusan tersebut datang setelah adanya kontroversi yang melibatkan Gus Miftah dalam sebuah video yang viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Gus Miftah terlihat mengolok-olok seorang pedagang es teh, dengan menyampaikan kata-kata yang dianggap tidak pantas.

“Es tehmu isih akeh? Ya, sana jual gblk. Jual dulu, nanti kalau belum laku, ya sudah, takdir,” ucapnya dalam video yang menjadi viral.

Baca Juga:  Pemkot Semarang Bangun Sekolah Rakyat di Rowosari, Prioritaskan Anak Kurang Mampu

Setelah video tersebut viral, Gus Miftah langsung mengklarifikasi pernyataannya melalui video permintaan maaf yang disampaikan pada Rabu (4/12).

Dalam klarifikasinya, Gus Miftah menjelaskan bahwa kata-kata tersebut sebenarnya adalah sebuah candaan yang ia lontarkan kepada tukang es teh tersebut.

“Dengan kerendahan hati, saya meminta maaf atas kekhilafan saya, saya memang sering bercanda dengan siapa pun,” kata Gus Miftah.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan pengunduran dirinya dari posisi sebagai Utusan Khusus Presiden ini diambil dengan penuh kesadaran dan setelah melalui proses muhasabah, doa, dan istikharah.

Keputusan ini juga sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada Presiden Prabowo dan masyarakat Indonesia.

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan