Selasa, Agustus 4, 2026

Berita Terkini

Optimalisasi Lahan

KKP Revitalisasi Tambak ‘Nganggur’ di Jateng 15 Ribu Hektare

SEMARANG – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, berencana akan merevitalisasi lahan tambak idle atau tidak produktif/menganggur di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa pada 2025-2027 seluas 78.550 ha, termasuk di Jawa Tengah.

“Itu dari Pantura mulai Pandeglang (Banten)-Banyuwangi (Jawa Timur) termasuk Jawa Tengah,” Ujarnya saat  Rapat Koordinasi Terbatas (Ratas) Bidang Pangan Provinsi Jateng 2024,  dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jawa Tengah Selasa (31/12).

Ratas juga diikuti kementerian/lembaga di bawah Kemenko Bidang Pangan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dan bupati/wali kota se-Jawa Tengah.

Baca Juga:  Kajati Jateng Dr. Siswanto Lantik Asisten, Koordinator, dan 23 Kajari: Tegakkan Profesionalisme dan Sinergi Lintas Bidang

Menurutnya, di Jawa Tengah  revitalisasi lahan tambak idle terdapat di 11 kabupaten/kota,  dengan luas 15.110 Ha, seperti Kabupaten Demak, Pati, dan lainnya.

Jenis ikan yang dinilai cocok dibudidayakan di wilayah tambak Pantura imyakni tilapia.

Dengan optimalisasi lahan tambak menganggur di Pantura itu, Wahyu  menargetkan produksi 4 juta ton per tahun secara keseluruhan.

“Target produksinya sekira 4 juta ton setiap tahun,” kata dia.

Produksi perikanan di Jawa Tengah, mencapai 847 ribu ton per tahun, terdiri dari 396 ribu ton perikanan tangkap, dan 451 ribu ton budidaya, dengan nilai total Rp7,68 triliun.

Baca Juga:  Tuntas Digelar, GIIAS Semarang 2025 Torehkan Prestasi dan Optimisme Industri Otomotif

“Kontribusi Jawa Tengah Rp5 triliun (326,78 USD), adapun secara rata-rata ekspor nasional USD 5,3 miliar,” Kata dia.

Revitalisasi Tambak

KKP berencana melakukan pengembangan revitalisasi tambak di Pantura Jawa Barat dan Jawa Tengah tahap pertama seluas 20 ribu hektar.

“Dengan dukungan kepala daerah dan Dirut PT PLN untuk menyediakan energi, dalam empat tahun ke depan kita dapat mencapai produksi ikan tilapia untuk pasar domestik dan ekspor,” ujar dia.

Baca Juga:  KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Publik, Lowongan Kerja Resmi Tidak Pernah Pungut Biaya

Trenggono mengungkapkan, potensi ekspor perikanan di Indonesia seharusnya bisa lebih tinggi dibandingkan Vietnam yang mencapai USD 9,5 miliar.

Trenggono menguraikan, total produksi sektor perikanan di Indonesia total 13 jutaan ton per tahun, dengan rincian 7,8 juta ton perikanan tangkap, dan 5,6 juta ton perikanan budidaya.

Angka ini dinilai masih rendah, sebagai perbandingan Vietnam punya jumlah produksi perikanan budidaya 25 juta ton, dan tangkap 3 juta ton per tahun.

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan