Selasa, Juni 2, 2026

Berita Terkini

Passtikan Kebutuhan Susu Nasional Tercukupi

Dorong Program Makan Bergizi Gratis, Kementan Siap Impor 200 Ribu Sapi Perah

Tak hanya mengandalkan Australia, pemerintah kini membuka peluang impor dari negara-negara baru yang telah terdaftar secara resmi.

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) bersiap mengimpor 200 ribu ekor sapi perah demi mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah.

Langkah besar ini diambil untuk memastikan kebutuhan susu nasional tercukupi, sekaligus mendorong pertumbuhan industri susu dalam negeri.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyelesaikan peraturan pemerintah (PP) sebagai dasar hukum untuk mendatangkan sapi perah dari berbagai negara.

Baca Juga:  Menag Nasaruddin Minta Tokoh Agama Kritis Tapi Bijak dan Tidak Terprovokasi

Tak hanya mengandalkan Australia, pemerintah kini membuka peluang impor dari negara-negara baru yang telah terdaftar secara resmi.

“PP-nya baru selesai, jadi kita bisa mulai impor dari beberapa negara tambahan selain Australia. Targetnya, 200 ribu sapi bisa masuk sampai akhir 2025,” ujar Sudaryono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Tak sekadar impor, Kementan juga mempercepat penyediaan lahan untuk peternakan sapi perah.

Sudaryono menyebutkan, hingga saat ini sudah ada 160 perusahaan, baik dari dalam maupun luar negeri, yang menyatakan komitmennya dalam pengadaan sapi perah tersebut.

Baca Juga:  404 Pesawat Siap Terbang! Kemenhub Pastikan Kelancaran Mudik Lebaran 2025

“Ini adalah bagian dari investasi jangka panjang, bukan sekadar impor. Kita ingin industri susu segar berkembang di Indonesia. Silakan saja kalau ada yang mau bangun pabrik susu di sini, sapinya kita datangkan,” jelasnya.

Selain memenuhi kebutuhan Program MBG, pengadaan sapi perah ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi Indonesia dalam membangun industri susu nasional.

Dengan adanya investasi di sektor peternakan dan pengolahan susu, pemerintah optimistis Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor produk susu di masa depan.

Baca Juga:  Luncurkan Aplikasi 'Jaga Desa', Kejaksaan Pastikan Pengelolaan Dana Desa Lebih Transparan

Langkah strategis ini juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai produksi susu, dari peternakan hingga pengolahan.

Dengan dukungan regulasi yang lebih ramah investasi, sektor peternakan sapi perah diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi daerah.

Program ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama melalui program Makan Bergizi Gratis.

Latest Posts

spot_img

Jangan Lewatkan